Social Icons

Pages

Minggu, 14 Juni 2015

Peran Guru terhadap Siswa di Sekolah

   
          Guru merupakan orang yang berprofesi untuk mengajar suatu ilmu. Guru sering disebut pencetak pensil. Karena adanya guru, maka mampu merubahkan karakter dan pandangan manusia, seibarat pensil tajam yang mampu menulis. Ada pun guru untuk mendidik  siswa melalui ilmu yang diprofesikan agar menciptakan manusia yang bersifat unifersal, khususnya pada siswa sendiri dan pada umumnya di  lingkungan masyarakat.

Untuk menjadikan manusia berunifersal dan bermoral, guru mampu memiliki salah satu metode yang 'mempengaruhi siswa' , baik metode mengajar yang dibuat oleh guru tersebut sesuai penelitian lingkungan ataupun ditentukan oleh dinas pendidikan.

Dengan demikian, guru memiliki beberapa peran yang dapat dilakukan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai guru yang sebenarnya adalah:

Guru sebagai pendidik, artinya saat menjalankan peran sebagai pendidik, guru yang berprofesi berusaha untuk mengembangkan kepribadian anak, membimbing, membina berbudi yang baik, serta mengarahkan studi sesuai pasion yang mereka miliki. Agar tidak terjadi suatu  penghambatan yang membuat mereka menjadi putus sekolah.

Guru sebagai penggerak, maka guru sangat penting untuk memunyai penarikan kepribadiannya kepada siswa. Untuk melalui cara penampilan, gaya berbicara, humor, maupun kreatifan lain sehingga mereka mampu menerima dan menekuni pelajarannya dengan baik.  Jika pelajarannya termasuk  minat bagi mereka maka di bidangnya mereka akan mengembangkan lebih jauh.  

Guru juga sebagai pemotivator, seorang guru yang berprofesional dimampukan untuk mendorong setiap siswa sesuai perkembangan yang telah ditemui dalam beberapa ujian, tugas serta penilaian pada psikolog mereka sendiri.

Jika bidangnya bukan termasuk kemampuan mereka, maka mesti akan bertanda pada anak didiknya. Misalnya jarang mengumpulkan tugas, banyak alasan, suka melamun di kelas, serta nilainya di bawah standar kompetensi. Maka itu sebagai peluang untuk mendorong. 
guru sebagai pengarah, merupaka dimana seorang guru mengarahkan anak muridnya ke arah bidang yang mereka tekuni. Karena melalui pengetahuan yang diminati, mesti 90% siswa mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan sekolah maupun ektrakulikuler serta masalah-masalah di lingkungan sosial.

Kemudian guru sangat diperlukan untuk mengontrol anak muridnya, ketika dalam proses belajar mengajar di sekolah maupun di saat ekstrakulikuer, agar tidak mudah mempengaruhi dengan pengaruh sosial lain dan siswa lebih meningkatkan semangat belajar  yang sebenarnya. Karena tanpa kontrol dan mengevaluasi dari guru pendidik, maka siswa tidak akan mengetahui letak kesaahannya. solusi untuk memecahkan permasalahan  hanya dapat diketahui oleh seorang guru melalui hasil evaluasi.

Guru sebagai manajer, artinya dimana seorang guru profesional mengatur konsepan materi sesuai motode yang akan diajarkan. juga perlu merencanakan motode yang akan mengajarkan, baik materi maupun moralitas, sehingga kepribadian anak yang berkualitas akan nampak pula. 

Sebagai kenyataan yang sedang bangun di Indonesia, khususnya di Papua banyak guru-guru profesional yang kurang terapkan peran-peran yang harus dilakukan oleh guru tersebut.
Sehingga banyak siswa yang kurang menekuni jurusan yang akan menjalaninya. Ada pun tidak sukses dan banyak yang putus sekolah,  baik tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) maupun perguruan tinggi. Inilah akibat yang sering ditemukan di kaum pelajar serta mahasiswa.

Dengannya maka kita perlu terapkan peran-peran yang diwajibkan sebagai pengajar, pendidik, penggerak, pemotivator, pengarah, pengontrol serta pengatur pada perkembangan anak. Untuk itu, dari tingkat pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi. Agar kedepannya tercipta manusia yang bermoral dan berbudi pekerti serta berpengetahuan yang mampu merubahkan suku, bangsa serta negara.


Semoga bermanfaat bagi para pembaca dan pelaksana yang budiman. 



Oleh;

Fabianus Pigome, Jurusan Akuntansi, Kuliah di Yogyakarta
 
Blogger Templates