Untuk menjadikan manusia berunifersal dan bermoral, guru
mampu memiliki salah satu metode yang 'mempengaruhi siswa' , baik metode mengajar
yang dibuat oleh guru tersebut sesuai penelitian lingkungan ataupun ditentukan
oleh dinas pendidikan.
Dengan demikian, guru memiliki beberapa peran yang dapat dilakukan
untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai guru yang sebenarnya adalah:
Guru sebagai pendidik, artinya saat menjalankan peran
sebagai pendidik, guru yang berprofesi berusaha untuk mengembangkan kepribadian
anak, membimbing, membina berbudi yang baik, serta mengarahkan studi sesuai
pasion yang mereka miliki. Agar tidak terjadi suatu penghambatan yang membuat mereka menjadi putus
sekolah.
Guru sebagai penggerak, maka guru sangat penting untuk memunyai
penarikan kepribadiannya kepada siswa. Untuk melalui cara penampilan, gaya
berbicara, humor, maupun kreatifan lain sehingga mereka mampu menerima dan
menekuni pelajarannya dengan baik. Jika
pelajarannya termasuk minat bagi mereka maka
di bidangnya mereka akan mengembangkan lebih jauh.
Guru juga sebagai pemotivator, seorang guru yang
berprofesional dimampukan untuk mendorong setiap siswa sesuai perkembangan yang
telah ditemui dalam beberapa ujian, tugas serta penilaian pada psikolog mereka
sendiri.
Jika bidangnya bukan termasuk kemampuan mereka, maka mesti
akan bertanda pada anak didiknya. Misalnya jarang mengumpulkan tugas, banyak
alasan, suka melamun di kelas, serta nilainya di bawah standar kompetensi. Maka
itu sebagai peluang untuk mendorong.
guru sebagai pengarah, merupaka dimana seorang guru
mengarahkan anak muridnya ke arah bidang yang mereka tekuni. Karena melalui
pengetahuan yang diminati, mesti 90% siswa mampu memecahkan masalah yang
berkaitan dengan sekolah maupun ektrakulikuler serta masalah-masalah di
lingkungan sosial.
Kemudian guru sangat diperlukan untuk mengontrol anak
muridnya, ketika dalam proses belajar mengajar di sekolah maupun di saat
ekstrakulikuer, agar tidak mudah mempengaruhi dengan pengaruh sosial lain dan
siswa lebih meningkatkan semangat belajar yang sebenarnya. Karena tanpa kontrol dan
mengevaluasi dari guru pendidik, maka siswa tidak akan mengetahui letak
kesaahannya. solusi untuk memecahkan permasalahan hanya dapat diketahui oleh seorang guru
melalui hasil evaluasi.
Guru sebagai manajer, artinya dimana seorang guru
profesional mengatur konsepan materi sesuai motode yang akan diajarkan. juga
perlu merencanakan motode yang akan mengajarkan, baik materi maupun moralitas, sehingga
kepribadian anak yang berkualitas akan nampak pula.
Sebagai kenyataan
yang sedang bangun di Indonesia, khususnya di Papua banyak guru-guru profesional
yang kurang terapkan peran-peran yang harus dilakukan oleh guru tersebut.
Sehingga banyak siswa yang kurang menekuni jurusan yang akan
menjalaninya. Ada pun tidak sukses dan banyak yang putus sekolah, baik tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas)
maupun perguruan tinggi. Inilah akibat yang sering ditemukan di kaum pelajar
serta mahasiswa.
Dengannya maka kita perlu terapkan peran-peran yang diwajibkan
sebagai pengajar, pendidik, penggerak, pemotivator, pengarah, pengontrol serta
pengatur pada perkembangan anak. Untuk itu, dari tingkat pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi. Agar kedepannya tercipta manusia yang bermoral dan
berbudi pekerti serta berpengetahuan yang mampu merubahkan suku, bangsa serta
negara.
Semoga bermanfaat bagi para pembaca dan pelaksana yang
budiman.
Oleh;
Fabianus Pigome, Jurusan
Akuntansi, Kuliah di Yogyakarta
