Social Icons

Pages

Featured Posts

Kamis, 29 Oktober 2015

Lembaran Biru


Ku buka memori tahun lalu
Terukir indah kisah tercipta di setiap helai nafasku
Aroma senyummu terukir setengah tembok rumahku
Rangkaian asmara meraba jiwa yang sepi
Warna warni mengelabui hatiku

Namun badai terlalu cepat menghadang
Tak mampu menahan kepahitan jiwa
Pada waktunya kisah itu musnah pula
Biarlah kau pergi jauh dariku
Membawa kenangan yang pernah terukir dalam balutan pedih

Demi namamu yang pernah singgah di hatiku
Ku ucapkan selamat tinggal masa laluku
Kan ku sambut hari nan cerah
Membuka lembaran biru jauh lebih indah dari masa laluku
Menata kembali ruang setiap sudut hatiku

Sembari membuka senyum yang pernah memudar
Kelak menyambut datangnya carita baru
Tentang persinggahan rasa yang didera jiwa


@salju



                                                                                                   Oleh: Fabby K. Pigome

Selasa, 27 Oktober 2015

Layunya Bunga Cinta "Sakitnya Batin Ku"

Salah satu pelajaran berharga di dunia ini, adalah cinta. Susah, sedih bahkan sakit aku lewati bersamanya. Awalnya seperti kupu-kupu yang percaya dengan bunga yang selalu memberi madunya alias kemanisan, tapi saat madu itu mulai akan basi, lama-kelamaan madu itu juga akan pahit.

Seperti itu juga aku, persis yang kualami saat ini. Saat seseorang berkata cinta pada kita, namun lama-kelamaan omongan itu juga basi dan akhirnya mengundang air mata yang tiada batas waktu.  Seharusnya aku ingin baik-baik dan tersimpan utuh air mataku, namun tak menolaknya rasa sakit, kesal, dan kecewanya maka kuharus medinarkan air mata di pipiku.

Luka ini selalu ada, dan tak berakhiri dari sakitnya hati ini. Mungkinlah ini akan terobati ketika aku mengenal sesosok dia. Senyuman buat aku dan berkata,, “Hmm,, ade Meilandku”. Ia namanya Sherfa Wapi. Biasa disapa Sherfa. Ganteng, sopan dan paling yang aku suka dibalik penampilan yang sederhana menipu pandanganku. Aku kira, ia anak orang sederhana yang seperti aku ini. Ternyata ia anak orang kaya dan terpandang di desanya. Wui,, paranya.

“Bagaimana mungkin aku bisa dapat kaka Sherfa,” berbatin selalu dalam batinku, setiap aku bertemu dan memberi senyum padaku. Arghh,, kaka Sherfa..Sherfa.
Detak jantung ini tak pernah sedebar, jika aku bertemu dengan lawan jenis lainnya. Selain kaka Sherfa. Mungkin ini cinta. “Arghh,, Bodoh Meiland, dia kaka kelas tiga (3). Mana mungkin mau sama kamu yang cuma adik kelas, yang berharap terlalu besar.” Berbatinku, ketika berbaringan dalam tempat tidurku.

Keesokan harinya, matahari terus terpancar terang menjemuri bumi. Jadinya aku tetap tegar untuk bangun pagi dan siap berangkat ke sekolah. aku berjalan kaki dan setibanya di halte, aku SMS temanku, Merry. Untuk kita sama-sama berangkat memakai motor metik putih itu.
Ia pun datang dan menjemputku.

“Meiland, lihat di belakang kita. Jaket biru bergaris, tebak siapa?” kata temanku, Merry sambil melihat kaca spion. “ Siapa ya, hati dag dig dug  ini. My dear, di belakangku” ujarku sambil senyum-senyum sendiri.“Ciee, pagi-pagi sudah ada yang senang ini” ledek Merry.
Sesampai di parkiran sekolah, ternyata kak Sherfa juga parkir di samping motornya Merry. Wui,, keren sekali, saat dia buka helmnya sampai aku tak tahan gemaran cinta pada kaka dia. 
“Meiland, Meiland.. Hello?” panggil Merry.
“Hah, apa apa” jawabku kaget.
 “Mantap sekali kaka Sherfa tadi saat buka helmnya, tak peduli walaupun motornya bukan motor ninja, atau sejenisnya” kata Merry panjang lebar padaku.
 “ Ya,ya keren, puas” Merry berkata. “ Puas,” kataku sambil kita masuk kelas X4 Maichel Angelo Buonarotty.

Di kelas, aku tak tahan sakit kepala. Rasanya ruangan kelas ini putar-putar. Merry mengantar aku ke UKS dan memaniku. “Merry, gorden jendelanya dibuka” kataku dan apa yang kulihat di lapangan. Ada kaka Sherfa sedang jadwalnya olahraga. Dan begitu buka gorden, entalah kaka Sherfa melihat kita dan tersenyum luru-lurus padaku. Wui,, ini obat ini rasanya, sakit kepalaku kini jadi mending. Ya Tuhan jantungku tambah dag, dig, dug. Setelah kulihat senyuman tersunggung padaku. 

Sambil digandeng Merry, aku kembali ke kelas dan  hadia terindah yang kudapat hari ini adalah senyuman itu, kaka Sherfa tersenyum padaku.
“Kami belajar pun asyik. Tak rasa sakit di badanku.” Berbatin Selly.
Bunyi loncen pun terdengar. Tandanya, proses belajar mengajar hari ini telah akhiri. Aku dan Merry pun mengayungkan beberapa langka mendekati tempat parkiran sekolah. Kita menemui motornya, Merry ban belakang dan depan kempes total.

“ Merry, tak ada perkerjaan lain jadi mereka berbuat begitu. Kolot mereka!” kataku emosi.
“ Kenapa dek?” tanya kaka Sherfa tak aku sadari, ia sudah di sampingku.
“Hahah, kempes ini kak” kataku dengan grogi.
 “Ohh” katanya, singkat. Hanya itu ia tanya simpel tapi bagiku angat berharga. Apa lagi dia orang yang kujadi-jadikan sebagai hembusan napasku. Mana Merry cuma pegang hp saja, menipu kaka dia, Merry ada asyik smsan.

Kaka Sherfa membuka jock motornya dan ia memberi kita pompa. Aku ambil dan mencoba mengisinya tapi tak mengisi-mengisi. Masih saja, kempes. Tahu to, ini cuma setiap tarikan dua kali dan berhenti istirahat.

“Kok, seperti begini bagaimana, ban terisi total” kata Sherfa dengan lembut dan sopan. Sudah, sekarang kaka dia yang pompa dan aku hanya pegang pelek. Akhirnya bisa terisi dan tanpa kendala.
Kaka Sherfa pun star motor jalan, entah kemana. Aku dan Merry pun sama. Tak sampai 50 m ke depan Merry ketawa terbahak-bahak.

“Aku Jujur, Selly. Tadi, aku mengujimu. Biar kamu pun bisa rasakan betapa groginya, kita ketemu dengan orang yang kita berbunga.” kata Merry.
 “Ahh, kalau begini terus aku mau-mau saja, asalkan kaka Sherfa penggerak aku yang menahan pelek. Sekaligus penadah” jawab Selly agak kata romantis.
Sherfa Wapi, simpel sekali namanya kaya aku juga Marseliana. Haha,,cocok sekali. Yang ada di pikiranku minggu-minggu ini cuma sherfa saja, sampai mama disuruh sterika pakaian 50 kg pun, kumampu habiskan.

Pagi ini, berbagai anekaragam bioma yang bersura namun kuterdengar jelas hanya semerdu suara burung maleo, membangunkanku dari ketiduranku. Sedetik lagi, suara Handphone bergetar. Ternyata sms dari si Merry “ Kamu dan kaka Sherfa satu ruang saat semester ganjil ini.” Kutipnya begitu.
Senangnya tak tertolong, dan tambah girang lagi, kalau aku satu bangku dengan kaka Sherfa. Bayangkan saja, pasti tak sabar menunggu matahari menyambut aku di sekolah.
Esok paginya aku berangkat kesekolah untuk ikut ujian. Aku cek daftar tempat duduk yang terpempel di pintu, “Marselina nomor 07 pasangan bangkunya dengan Novena, ia nomor 07 juga. Aduh, sial sekali deh. Aku tak satu bangku dengan my Dear. Kaka Sherfa nomor 12 dengan Sia. Sedih, sial juga. Memang sial nasibku. 

“Ban motornya kempes lagi, tidak ade?” ujar kaka Sherfa tiba-tiba dari belakang.
“Tambah berbunga saja ini. Oh iya makasih kaka, lain kali bantu lagi ya” jawabku.
“Tidak mau, ah. Kalau yang memompanya tidak ada tenaga” balas kaka Sherfa. “Hmmm,,kaka Sherfa. Jangan begitu” kataku sambil memukul bahunya.
Lucu juga kaka Sherfa, ternyata aku tak henti-hentinya untuk melihat kaka dia. Saat ia kerjakan soal ujian. Andaikan dia tahu seberapa besar hatiku buatnya.
Kita bersapa seperti biasa. Memang adik kaka kok.??

Setelah tiga bulan lamanya, aku sudah dekat dengan kak Sherfa. Kini, SMS, Inbox, WhasApp dan mention-mentionan lancar. 
Tapi sunggu! Semua SMS kubaca dan teriama tapi yang kuanggap hari telah siang adalah ketika Sabtu, 28 Agustus 2015. Pada pukul 15.00 WIB. Hari memperingati st. Yohanaes Pembamptis “ Yang mana ia dipanggil sebagai sang peluruskan jalan bagi Tuhan”.

Semua isi SMS nya kuingat jelas. “Ade bagus, aku telah terhipnotis dengan kutipan kata-kata sebelumnya. Kaka telah jatuh cinta denganmu. Aku janji, aku akan setia sampai ajal yang menjemput kita.” Kutipan smsnya. Wui, betapa terobatinya  batinku. Selly harap, hatiku tak memberi kepada siapa pun. Yang ada dalam hatiku, pikiranku, dan ingatanku hanya kau lelaki lembutku, Sherfa Wapi.

Saat minggu pertama, semua rasa dan cinta akan berjalan dengan mulus-semulusnya. Rasa di hatiku hanya untuknya. Saat malam minggu pertama kita bertemu di Balkon samping rumahku dan dia sangat romantis memperlakukanku seibarat puterinya. Jujur dia orangnya baik, ganteng, dan sopan. Minggu kedua pun demikian, yang ada hanya indah saja.

Tapi minggu ketiga, mengapa harus ada peristiwa seperti ini, “Aku sayang sama kamu tapi lebih sayang hanya teman baikku dari kelas satu. Namanya Rosita. Ia sebagai pelengkap hidup. Terutama  dalam proses sekolah, dari awal hingga kini. Aku tak enak, kalau harus menolaknya.” Kutipan bunyi smsnya.

“Ok, Bajingan! Sekarang apa yang aku harus lakukan? Tanyaku dari telphone dengan mataku berkaca-kaca.
“Kita putus saja, dek. Aku sayang sama kamu tapi aku tak bisa” kata kak Sherfa.
“Kak, kamukan sudah tahu, kalau kamu sudah ada yang, memilikimu tapi kenapa masih mengganggu aku. Gila!” kataku dengan nada tinggi.

“ Maaf adek bagus” kata Sherfa.

“Biar sudah,, sayangku. Aku tak mampu menahan matahari yang telah terbenam di sengja hari. Setelah terbenamnya, hanya ada untuk menjemput gelapnya malam yang tak beraturan. Hanya, ada angin, hujan gerimis bahkan petir. Peristiwa ini pula kudapi detik ini.” Kata terakhirku, walau kedua terjun ini tetap dan lancar dari kedua pipiku yang iba ini.  

“Tut, tut, tut” Suara telepon pun diakhiri. 
"Aduh, goblok! Sakit."

Semoga kau senang dengan keputusanmu. Sekarang, walau kini tinggallah luka yang sangat dalam dan susah untuk move on. Tapi, mungkin Meiland tetap untuk mencintaimu, kak Sherfa. Ingat! Aku tak akan lupa namamu. Kamu juga Sherfa Wapi dan Aku pun Meiland. Aku tetap menunggu dirimu dalam heningan luka batin yang paling dalam untuk menyembukan kembali darinya. Kaka, adik Meiland sakit.

END

Oleh: Fabianus Pigome


Selasa, 20 Oktober 2015

Kangenku, Miss

Miss
Suatu hari nanti, waktu mempertemukan kita
Entalah aku akan memelukmu
Serta kukatakan pada setiap jengkal kulitmu, bahwa aku teramat 
merindukanmu, Miss

Kan kubisikan pencerahan cinta di telingamu, berulang-ulang 
Dan engkau pun dapat rasa nyaman
Selain, ketika kunyanyikan syairku
Sehingga engkau tertidur pula
Dan engkau telah berkata

Aku akan cakarkan betapa rasa rinduku di atas kertas putih dan kuakan kirimkan
Tapi kini, telah menjadi penipu belaka
Membuatnya kurapuh, dan tak berdaya
Namun tak apalah,,,

Entalah itu karena lupamu atau kesibukan mengajar lainmu di sekolah Kutuliskan di hatimu betapa aku menyayangi setelah letih menidurkanku
Dan membawaku ke alam mimpi

Hari ini kurasakan pagi bernyanyi untuk aku,,

Masih teringat jelas di telingaku, lembut suaramu semerdu lagu bidadari
Saat kau menyapa mimpiku malam tadi,
Masih nampak jelas di mataku, senyum manismu yang membuatku merasakan indahnya kebahagiaan kita,
Dan masih teringat jelas pula jemariku membelai rambutmu yang terurai

Namun,,
Canda tawa bersamamu, kini hanya penantian
Tutur sapa denganmu, kini hanya impian semata
Jauh tatapan untuk bertemu
Jauh kata untuk menyapa

Walau jarak membentang memisahkan kita
Tapi, hati ini selalu menanti kehadiranmu
Aku kangen kamu,Miss

                                                                        Oleh: F. Makoma Pigome

Sabtu, 11 Juli 2015

Suami Menderita Jika Istrinya Tidak Punya 8 Karakter Ini



Istri yang baik adalah istri yang mampu memberikan ketenangan hati pada suaminya, sehingga suami tidak khawatir terhadap kelakuan istri.
Banyak karakter yang menandakan ciri istri yang mampu menenangkan hati suami. Semakin banyak karakter tersebut ada pada diri seorang wanita maka akan semakin baik pengaruhnya pada ketenangan hati sang suami. Begitupula sebaliknya.
Dan berikut ini adalah karakter istri yang baik terhadap hati suami:
1. Memiliki sifat qanaah (ikhlas menerima nafkah yang diberikan suami sehingga tidak banyak menuntut harta kepada suami)
Sebaiknya istri berusaha mengatur keuangan rumah tangga  dengan sebaik-baiknya dan tidak bersikap boros, sehingga suami ridha dengan pengaturan keuangan rumah tangga yang dilakukan oleh istri dan kehidupan rumah tangga akan menjadi berkah.
2. Senantiasa merendahkan suara di hadapan suami, berkata lembut
Allah memerintahkan para istri untuk merendahkan suara di depan suami. Senantiasa bertutur kata lembut juga mencerminkan rasa hormat istri terhadap suami.
3. Keluar rumah hanya dengan izin suami
Hal ini adalah sebagai bentuk pengakuan terhadap suami sebagai kepala rumah tangga dan sebagai upaya untuk menghindari terjadinya curiga/salah paham.
4. Memahami etika menerima tamu, terutama tamu laki-laki
Saat di rumah sedang sendirian dan ada tamu laki-laki yang bukan muhrim, sebaiknya istri menjaga sikap dengan cukup berbicara dengan tamu di teras seperlunya saja.
5. Lebih suka menetap di rumah, dan tidak suka sering keluar rumah
Seyogyanya seorang istri tidak sering pergi keluar rumah dengan tujuan yang tidak penting karena akan berpotensi mengabaikan urusan rumah tangga di rumah.
6. Berhias hanya untuk suami
Saat ini banyak sekali kekeliruan dalam perilaku masyarakat, yaitu: wanita berhias hanya saat akan keluar dari rumah dan saat ada di rumah justru tampil selebor dengan daster usangnya.
Sikap ini tidak benar. Istri sebaiknya senantiasa berhias di rumah sehingga menyenangkan hati suami. Saat akan bepergian, istri hendaknya memakai busana yang tidak mengundang fitnah.
7. Amanah (dapat dipercaya)
Istri hendaknya mampu bersikap amanah dalam segala hal, termasuk dalam mendidik anak dan mengelola keuangan, serta tidak menyebarkan rahasia keluarga kepada pihak luar.
8. Istri memiliki komunitas positif
Jika ingin menilai baik atau buruknya kepribadian seseorang, cara yang termudah adalah dengan melihat siapakah yang temannya.

Kamis, 18 Juni 2015

Hay Sahabat



Apapun yang anda berikan pada ku, aku tak mampu balas dengan tangan ku, namun kau juga sudah mengerti bahwa inilah SAHABAT ku.


Mudah ungkapkan kata sahabat namun tetapi kata SAHABAT memiliki arti yang teramat penting dalam kehidupan sosial. Sahabat akan selalu hadir di tiap kehidupan kita, ia dapat menghibur kita dikala saat kita sedih, membuat kita tertawa, setia menemani dimasa-masa suka maupun duka, dan selalu sabar dalam menyertai kehidupan kita.
Sahabat tidak akan pernah mencelakakan dan memanfaatkan kita, ia tak mau menunutut pamrih dan waktu dalam menolong, ia akan melakukan sesuatu disaat kita membutuhkannya tanpa meminta  imbalan, balas jasa, bahkan ucapan terima kasih.
 Kita dapat menemukan banyak karakter untuk dijadikan sahabat, tetapi dalam menemukan sahabat tidak semudah yang kita bayangkan, tidak cukup dengan perkenalan yang singkat atau memerlukan waktu yang lama dalam kita menilai seseorang untuk menjadi sahabat, karena sahabat akan hadir dengan sendirinya tanpa kita sadari dan dalam kurun waktu yang tidak dapat kita tentukan.
Tidak ada satu orang pun yang tidak membutuhkan sahabat, semua pasti mengiginkan untuk memiliki sahabat, dimana dengan adanya sahabat kita dapat mencurahkan seluruh isi hati kita, bahkan sampai sesuatu hal yang sangat rahasia pun dapat diungkapkan pada sahabat kita, Dan sahabat akan menyimpannya erat/kuat dalam hatinya bahkan akan rela untuk mengorbankan dirinya demi menjaga rahasia sahabatnya.
SAHABAT  ia datang bukan karena harta benda dan mewah namun tetapi ia datang karena utusan dari Tuhan Allah jadi rawatlah baik-baik sahat mu.

                                              
  Kaulah Bintang dalam Hati ku
Gorontalo, 18 Juni 2015. 18.46
Asrama Papua Cenderawasih IX
Nomor K. 20 Lantai 2 

Oleh Mabipai. B.Pigome




Minggu, 14 Juni 2015

Peran Guru terhadap Siswa di Sekolah

   
          Guru merupakan orang yang berprofesi untuk mengajar suatu ilmu. Guru sering disebut pencetak pensil. Karena adanya guru, maka mampu merubahkan karakter dan pandangan manusia, seibarat pensil tajam yang mampu menulis. Ada pun guru untuk mendidik  siswa melalui ilmu yang diprofesikan agar menciptakan manusia yang bersifat unifersal, khususnya pada siswa sendiri dan pada umumnya di  lingkungan masyarakat.

Untuk menjadikan manusia berunifersal dan bermoral, guru mampu memiliki salah satu metode yang 'mempengaruhi siswa' , baik metode mengajar yang dibuat oleh guru tersebut sesuai penelitian lingkungan ataupun ditentukan oleh dinas pendidikan.

Dengan demikian, guru memiliki beberapa peran yang dapat dilakukan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai guru yang sebenarnya adalah:

Guru sebagai pendidik, artinya saat menjalankan peran sebagai pendidik, guru yang berprofesi berusaha untuk mengembangkan kepribadian anak, membimbing, membina berbudi yang baik, serta mengarahkan studi sesuai pasion yang mereka miliki. Agar tidak terjadi suatu  penghambatan yang membuat mereka menjadi putus sekolah.

Guru sebagai penggerak, maka guru sangat penting untuk memunyai penarikan kepribadiannya kepada siswa. Untuk melalui cara penampilan, gaya berbicara, humor, maupun kreatifan lain sehingga mereka mampu menerima dan menekuni pelajarannya dengan baik.  Jika pelajarannya termasuk  minat bagi mereka maka di bidangnya mereka akan mengembangkan lebih jauh.  

Guru juga sebagai pemotivator, seorang guru yang berprofesional dimampukan untuk mendorong setiap siswa sesuai perkembangan yang telah ditemui dalam beberapa ujian, tugas serta penilaian pada psikolog mereka sendiri.

Jika bidangnya bukan termasuk kemampuan mereka, maka mesti akan bertanda pada anak didiknya. Misalnya jarang mengumpulkan tugas, banyak alasan, suka melamun di kelas, serta nilainya di bawah standar kompetensi. Maka itu sebagai peluang untuk mendorong. 
guru sebagai pengarah, merupaka dimana seorang guru mengarahkan anak muridnya ke arah bidang yang mereka tekuni. Karena melalui pengetahuan yang diminati, mesti 90% siswa mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan sekolah maupun ektrakulikuler serta masalah-masalah di lingkungan sosial.

Kemudian guru sangat diperlukan untuk mengontrol anak muridnya, ketika dalam proses belajar mengajar di sekolah maupun di saat ekstrakulikuer, agar tidak mudah mempengaruhi dengan pengaruh sosial lain dan siswa lebih meningkatkan semangat belajar  yang sebenarnya. Karena tanpa kontrol dan mengevaluasi dari guru pendidik, maka siswa tidak akan mengetahui letak kesaahannya. solusi untuk memecahkan permasalahan  hanya dapat diketahui oleh seorang guru melalui hasil evaluasi.

Guru sebagai manajer, artinya dimana seorang guru profesional mengatur konsepan materi sesuai motode yang akan diajarkan. juga perlu merencanakan motode yang akan mengajarkan, baik materi maupun moralitas, sehingga kepribadian anak yang berkualitas akan nampak pula. 

Sebagai kenyataan yang sedang bangun di Indonesia, khususnya di Papua banyak guru-guru profesional yang kurang terapkan peran-peran yang harus dilakukan oleh guru tersebut.
Sehingga banyak siswa yang kurang menekuni jurusan yang akan menjalaninya. Ada pun tidak sukses dan banyak yang putus sekolah,  baik tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) maupun perguruan tinggi. Inilah akibat yang sering ditemukan di kaum pelajar serta mahasiswa.

Dengannya maka kita perlu terapkan peran-peran yang diwajibkan sebagai pengajar, pendidik, penggerak, pemotivator, pengarah, pengontrol serta pengatur pada perkembangan anak. Untuk itu, dari tingkat pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi. Agar kedepannya tercipta manusia yang bermoral dan berbudi pekerti serta berpengetahuan yang mampu merubahkan suku, bangsa serta negara.


Semoga bermanfaat bagi para pembaca dan pelaksana yang budiman. 



Oleh;

Fabianus Pigome, Jurusan Akuntansi, Kuliah di Yogyakarta

Rabu, 10 Juni 2015

Tetap Menjaga Keutuhan Pangan Lokal



Pangan lokal adalah di mana seseorang atau kelompok orang (suku, ras dan etnis) menjaga, menghasilkan dan melestarikan keanekaragam Sumber Daya Alam (SDA) yang sudah ada di suatu wilayah, seperti menjaga hutan dari penebangan liar, menghasilkan alat budaya secara terus- menerus dan selalu melestarikan kekayaan alam serta meneruskan tata aturan adat secara regenerasi.

Begitu pun dengan bumi Papua, pulau Papua adalah alam yang begitu kaya dan dikagumi oleh negara ini, termasuk negara-negara maju yang sedang  mendiami di kulit bumi, misalnya negara asing sangat merindukan uranium yang ada di Bumi Cendrawasih untuk membuat bom dan alat-alat perang lain. Kerinduan tersebut akan mengakibatkan rasa “iri hati” sehingga sudah terjadi “pencurian” terhadap kekayaan alam yang ada di Papua. Khususnya di PT Freeport dan umumnya di Bumi Cendrawasih yang di mana sudah diketahui oleh berbagai sumber seperti  media, bahwa perak, uranium dan kekayaan lain sudah “dicuri” di samping menambang emas dan mengambil kekayaan lain. Tidak hanya mencuri kekayaam alam bumi Papua namun juga pangan lokal seperti peternakan, perikanan dan  perkebunan serta produk ekonomi lokal lain sudah semakin menurun untuk daya menjaga keutuhan dan peningkatannya.

Dulunya para penggembala sapi dan babi serta peternakan yang lain, namun  sekarang menjadi kaum konsumtif terhadap daging-daging berkimia dan bervaksin, seperti daging ayam potong. Kronologisnya, ayam rasa pedaging yang disuntik vaksin dan mengonsumsi berbagai macam vitamin agar memiliki bobot maksimal, juga disuntik dengan hormon Estrogen. Akibat dari hormon itu sangat mempengaruh pada tubuh manusia. “Jika pria mengonsumsi daging ayam broiler yang masih melekat hormon Estrogen, maka pria itu tumbuh seperti perempuan. Ciri fisik perempuan akan dialami oleh pria tersebut, seperti  dada yang membesar dan perilakunya berubah. Sehingga, cenderung seperti perempuan” kata dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan ginjal dan hipertensis.

Orang yang memiliki jiwa perikanan akan memfasilitasi  banyaknya kolam ikan dengan beranekaragam jenis bioma. Kehidupan masyarakatnya sangat menyejahterakan sehingga terjadi transaksi secara barter (penukaran) hasil tangkaan antara masyarakat gunung dengan pinggiran danau namun sekarang sudah tiada lagi entah ke mana. Sistem ini berlakunya bukan cuma pada zaman prasejarah. Artinya, sebelum hadir nilai mata uang (rupiah) masyrakat melakukan sistem barter. Akhir- akhir ini pun masyarakat masih melakukan sistem barter meskipun nilai mata uang rupiah telah masuk ke Papua.

Kemudian terjadi pula semangat berkebun. Sementara masyarakat jarang membuat kebun yang bersifat budaya dan jadikan kebun mereka adalah kios dan toko-toko kuliner. Sehingga pribadi seseorang akan menjadi kurang sejahtera dan kurang berbudaya. Pada hal pandangan dari agama, budaya dan politik selalu mengajak kita orang Papua bahwa setiap keluarga diharuskan untuk memiliki kebun satu lokasi atau semampunya. Karena kebun sebagai “gudang makanan” dan tempat  menyimpan bahan berbudaya lokal  seperti bobee, bebii, tota nota, tota naapo, tota nomoo dan sejenis lainnya.

Adapun terjadi kurangnya berbisnis. Seperti usaha individu dan usaha kelompok. Salah satunya adalah produk kopi asli Moanemani. Nyatanya produk tersebut sangat berkualitas dan berminat bagi wilayah lain di Bumi Nusantara. Dan berbisnis lokal lain seperti, berjualan hasil peternakan, hasil perikanan dan hasil perkebunan serta kerajinan tangan lain (membuat pagar, membuat perahu, membuat noken dll) mesti diharuskan untuk melestarikannya.

Beberapa tips untuk mengatasi permasalahan yang sedang dialami oleh masyarakat Papua tersebut adalah sebagai berikut;
1. Tindakan dan pertegasan yang kita sudah lakukan bersama masyarakat serta tokoh-tokoh adat terhadap ‘pencuri’ yang sedang mencuri kekayaan alam Papua, kita sangat berapresiasi. Untuk ke depannya kita perlu memantulkan semangat perlindungan yang berbobot, baik hukum adat maupun hukum pemerintah. Jika mereka masih mencuri terus maka secara adat kita pun harus melawan dan bertindak keras dengan senjata adat kita yaitu “kegoo”.
2. Kelompok peternakan yang terkenal dengan istilah SPL (sekolah,,,) sangat berguna dan menyejahterakan bagi masyarakat. Kemudian peternakan secara  individu juga perlu ditingkatkan seperti ayam, bebek, babi dan sejenis lainnya. Dengan adanya ternak lokal itu maka kita pun hidup aman, damai dan tenteram. Dari tokoh agama, sosial budaya dan politik, kita selalu diajak untuk merenungkan kembali. Jika kita kurang bisa memelihara peternakan satupun maka kita perlu mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak menguntungkan dan memenuhi hidup kita. Misalnya kelompok berjudi, jalan keliling dunia tanpa tujuan yang jelas, togel yang untungnya sesaat saja itu, dan kegiatan lain yang bersifat penghalang untuk berternak.
3. Untuk meningkatkan perikanan serta marga satwa lokal lain, Pemerintah Daerah (Pemda) perlu membuat kegiatan kelompok di daerahnya. Bagaimana kelompok itu bisa bekerja dan menonjolkan skill untuk perikanan misalnya membuat kolam ikan ataupun tempat sejenis untuk menampung ikan.
4. Untuk berkebun secara lokal, kita perlu mengintropeksi diri bahwa ketika toko-toko, termasuk gedung pasar ini sekarang kita jadikan ‘kebun’. Kita bertanya diri bahwa mungkinkah dengan hasil kegiatan yang tidak bermakna itu, kebutuhan hidup kita bisa akan tercukupi? Jika tanpa pertanyaan ini maka seseorang ‘Hidup tanpa sarang’. Artinya hidup tidak berbudaya. Maka, kita tetap menata budaya (adat istiadat) kita dari kebun (owadaa).
5. Kita sadar bahwa bisnis lokal seperti membuat pagar, membuat perahu, berternak, berkebun, serta perikanan sangat penting untuk meningkatkan dan tetap melestarikan seperti dulu. Karena dengan adanya itu, maka hidup kita lebih bersejahtera dan bermakna. Kita pun sadar juga bahwa dunia sekarang mesti diukur dengan nilai uang. Di samping kita menjalankan bisnis modern kita sangatlah penting juga untuk berbisnis lokal tersebut. Jikalau adanya berbisnis lokal di atas maka budaya dan adat istiadat orang Papua akan nampak dan berwibawa.

Oleh karena itu, kita perlu “kesadaran” dari diri kita sendiri, terutama harus ada kontribusi dari Pemerintah Daerah (pemda) berupa materil maupun moril kepada masyarakat Papua untuk meningkat dan memantulkan semangat berpangan lokal. Agar itu, sebagai tempat perlindungan, kelangsungan hidup serta menanamkan nilai budaya agama, ekonomi dan sosial politik.

Semoga bermanfaat bagi pembaca dan pelaksana yang budiman.

Tulisan: Pernah muat di Buletin " Wogada Wokebada," Edisi ke-7.



Oleh:

 Fabianus Kegegadi Pigome, Jurusan Akuntansi di Yogyakarta
 
Blogger Templates