Social Icons

Pages

Selasa, 12 Mei 2015

Kurangnya Bisnis Proyek bagi Masyarakat Pribumi Kabupaten Deiyai

Bisnis adalah usaha komersial dalam dunia perdagangan; bidang usaha, usaha dagang atau di bidang usaha lain. Sedangkan proyek adalah rencana pekerjaan dengan sasaran khusus untuk pembangkit dan peningkatan. Oleh karena itu, bisnis proyek adalah dimana seseorang membuka usaha komersial dalam dunuia perdagangan untuk pembangkitkan dan peningkatan tujuan yang diharapkan.

Selagi manusia hidup di belahan bumi, manusia diwajibkan untuk membuka  usaha agar bisa mengatasi berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Usaha juga sebagai bahan pelengkap dalam kehidupan, karena usaha  mengandung nilai keuangan. Dan uang sebagai tolak penguukuran untuk menjadi sejahtera.

Kabupaten Deiyai sebagai titik pusatnya  untuk menjadi kurang berbisnis dalam dunia perdagangan baik barang dan jasa maupun berdagang dalam bidang lain, yaitu tenaga listrik dan lain sebagainya, sehingga kehidupan bermasyarakat menjadi kurang efektif dan efisien.

Sementara masyarakat kab. Deiyai  belum memiliki modal awal atau bantuan dana, khusus untuk membuka usaha perorangan atau kelompok orang dari pemerintah daerah. 

Sehingga jumlah angka pengangguran semakin bertambah dari tahun ke tahun. Kaum muda yang berjiwa kewirausahaan  akan menjadi tidak berfungsi. Kemudian, usia muda sudah banyak yang terjerumus dalam dunia kenakalan remaja.

Karena kurang adanaya lapangan kerja bagi masyarakat pribumi itu, dan kurang controling (pengawasan) dari pemerintah daerah terhadap masyarakat yang belum berpendidikan itu.

Kemudian belum adanya gedung koperasi atau kios bagi masyarakat kabupaten Deiyai. Dan kurang  memfasilitas gedung pasar, termasuk;  meja jualan, kursi jualan dan kelengkapan untuk berdagang yang lain.

Sehingga, ketika ibu-ibu Deiyai termasuk Ibu Berlina Waine, saat berjualan hasil dagangannya. Ibu Berlina sambil mencari tempat yang cocok untuk berjualan bagi Ibunda. Tetapi semua tempat-tempat jualan dalam pasar dan tempat-tempat yang pantas untuk berjualan, semua sudah terpenuhi oleh orang pendatang (non-Papua) dan lebih sedikitnya atau 10% dari itu, adalah orang pribumi Deiyai. 

Hingga ibu Berlina Waine pun bergabung dengan seumur ibu-ibu Deiyai, yang sedang berjualan di atas tanah, yang berbecek-becek itu. Untuk itu, perbandingannya di kabupaten Deiyai, semakin bertambah angka kemiskinan terhadap warga pribumi. Serta warga pribumi Deiyai semua sebagai menjadi para konsumen aktif terhadap  perdagangan yang dijual belikan oleh pendatang (non-Papua). 

Butuh pembentuk usaha kelompok atau usaha peroranagan. Artinya membukakan  kios (koperasi) bagi masyarakat pribumi Deiyai, baik berupa individu atau pun kelompok agar dengan adanya itu, musti masyarakat pribumi akan memaknai cara berbisnis yang benar, dan  menuangkan ide, gagasan, kemampuan dan skill ekonomi yang memiliki oleh masyarakat itu sendiri, melalui usaha. Serta sebagai sarana untuk belajar menerapkan prinsip-prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. 

Kurangnya komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Artinya belum ada titik temu secara terbuka untuk memahami dan dipahami maksud dan tujuan berwirausaha yang jelas, oleh kedua belah pihak. Baik masyarakat maupun  pemerintah. 

Kemudian kurang  koordinasi. Karena koordinasi sebagai untuk mengatur suatu organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan tindakan yang akan dilaksanakan, tidak saling bertentangan atau simpangsiur. Sehingga, kami sendiri selalu melihat pada setiap langkah kaki kami oleh mata kepala kami bahwa perkembangan dan pertumbuhan ekonomi selalu menjadi memperhambat. Dan akhirnya semua pintu meneju kesuksesan  dalam dunia berbisnis akan menguasai oleh pendatang (non-Papua).

Oleh karena itu, sebagai kesimpulan, ketika pemerintah daerah Deiyai membagikan ‘modal awal’ untuk berdagangkan dan membangunkan ‘gedung koperasi’ bagi masyarakat Deiyai. Baik perorangan maupun kelompok orang, maka masyarakat Deiyai musti tidak terlalu menampung di tempat-tempat yang tidak logis untuk berjualan. kemudian mesti mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, karena koperasi sebagai wadah  untuk mengalurkan skill dan kemampuan berbisnis bagi para pengangguran dan masa remaja yang begitu terbawa arus oleh dunia kenakalan itu. Serta sebagai sarana untuk belajar menerapkan prinsip-prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.

Dan dengan adanya koperasi pribadi pasti ibu-ibu kita yang berjualan di atas tanah berbecek-becek dan berjalan kaki menuju daerah satu ke daerah lain. Hanya untuk berjualan hasil dagang mereka. Ibaratnya belum tentu, laku habis  oleh para konsumen atau tidak. jelas itu, mesti semakin berkurang, karena sudah ada tersedia tempat untuk berjualan. Dengan cara itu, maka pasti kota emas Deiyai menjadi kota maju dalam dunia ekonomi bagi kalangan masyarakat dan pemerintahan.

Sebagai solusi, ketika anda mengalurkan dana awal dan pembangunan ‘koperasi’ bagi masyarakat Deiyai. Maka anda butuh beberapa tahap, tapi yang lebih utama adalah butuh kontrol (controlling) terhadap masyarakat dan jadikan anda sebagai proaktif dalam  pengerakkan (actuating). Artinya anda masuk melalui, motivasi, dorongan serta menggunakan cara anda. Demi untuk memecahkan kendala yang telah dialami oleh masyarakat pribumi Deiyai. 

Harapannya, anda menjalankan tugas dan tanggung jawab anda sebagai seorang penggerak untuk masyarakat, maka lima tahun ke depan, kota emas Deiyai yang kami cintai akan menjadi pendapatan dalam laba, sebangding dengan warga pendatang (non-Papua) yang sedang menguasai itu, karena ekonomi adalah faktor pengukuran utama untuk hidup aman dan sejahtera dalam kehidupan bermasyarakat bagi manusia. 

Semoga bermakna dan bermanfaat bagi para pembaca dan pelaksana yang budiman.

By: Fabianus Kegegady Pigome
Mahasiswa Papua, Kuliah di Yogyakarta

Kamis, 30 April 2015

Polisi dan OPM Saling Tembak di Nabire

Polisi dan OPM Saling Tembak di Nabire

Ilustrasi: Antara/Andika Wahyu
Ilustrasi: Antara/Andika Wahyu

Metrotvnews.com, Nabire: Aparat gabungan Polda Papua dan Polres Nabire terlibat baku tembak dengan sekelompok orang yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka di ruas Jalan Samabusa, Kampung Sanoba, Distrik Nabire Kota.

Baku tembak bermula saat polisi menghentikan sebuah Innova bernomor polisi DS 7372 K yang diduga ditumpangi oleh kelompok anggota OPM. Saat itulah, salah seorang penumpang mengeluarkan senjata api laras pendek jenis VN dari mobil dan langsung memberondong aparat gabungan dengan timah panas.

Polisi pun membalas tembakan tersebut untuk melindungi diri.

Baku tembak berlangsung sesaat. Tiga orang anggota kawanan itu berhasil dilumpuhkan. Dua lainnya meloloskan diri dengan berlari masuk ke hutan.

Tiga orang yang tertembak kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Nabire.

Salah satu di antaranya bernama Leo Magai Yogi. Dia merupakan pimpinan TPN OPM Divisi 2, Makodam Pemka 4 Paniai. Sayang, Leo tidak bisa diselamatkan.

Sementara dua orang lainnya, Marcel Muyapa dan Yulian Nawipa. Mereka masih dalam kondisi kritis.

Saat ini, RSUD Nabire dijaga ketat belasan aparat kepolisian.

Polisi juga menahan salah seorang warga yang dicurigai sebagai kaki tangan OPM. Sementara, para jurnalis tidak diizinkan oleh polisi untuk mengambil gambar tiga orang anggota OPM yang tertembak.

Kejadian baku tembak ini pun menyebabkan warga sekitar tempat kejadian perkara berlarian. Mereka takut terkena peluru nyasar. Terkait hal ini, polisi belum memberikan keterangan resmi.

Minggu, 26 April 2015

Jadwal Hasil & Klasemen Sementara Grup E Persipura Jayapura, AFC Cup 2015




Jadwal Hasil & Klasemen Sementara Grup E Persipura Jayapura, AFC Cup 2015

Teams
P
W
D
L
GF
GA
GD
PTS
PERSIPURA (IDN)
4
3
1
0
8
3
5
10
BENGALURU FC (IND)
4
3
0
1
5
4
1
9
Maziya
4
1
1
2
4
4
0
4
WARRIORS FC (SIN)
4
0
0
4
1
7
-6
0

JADWAL DAN HASIL LAGA

24-02-2015 19:30

WARRIORS FC (SIN) 1-3 PERSIPURA JAYAPURA (IDN)

Referee: LIU KWOK MAN (HONG KONG) - Venue: Jalan Besar Stadium, Singapore

10-03-2015 15:30
PERSIPURA JAYAPURA (IDN) 3-1 JSW BENGALURU FC (IND)
Referee: WANG DI (CHINA PR) - Venue: Mandala Stadium, Jayapura

17-03-2015 16:00
MAZIYA SPORTS & RECREATION (MDV) 1-2 PERSIPURA JAYAPURA (IDN)
Venue: National Stadium, Male

14-04-2015 15:30
PERSIPURA JAYAPURA (IDN) 0-0 MAZIYA SPORTS & RECREATION (MDV)
Venue: Mandala Stadium, Jayapura

28-04-2015 15:30
PERSIPURA JAYAPURA (IDN) vs WARRIORS FC (SIN)
Venue: Mandala Stadium, Jayapura

12-05-2015 TBC
JSW BENGALURU FC (IND) vs PERSIPURA JAYAPURA (IDN)
Venue: Sree Kanterava Stadium, Bangalore

 


 

Senin, 20 April 2015

Aku Rindu Pada Mu Ayah


Bepilox'c

Aku Rindu Pada Mu  Ayah
Setiap jejak langkahmu ku ikuti dengan mu, Ayah
Saat itu..
Kemanapun kau pergi ku selalu menemani
Dan mengejar mu dengan ingus meleleh dan menanyis
Aku tahu langkah demi langkah yang kau jejaki
Karena aku selalu berada disampingmu

Namun sekarang hanya langkahku
Jejak kaki mungil yang tak berteman

Sendiri melangkah ke depan bersama kasih sayang mama
Demi mencari cita-cita untuk memenuhi kebutuhan bersama mama
Tanpa jejakmu menemani jejakku
Tetapi tetap berada mama ku menemani
Dan memenuhi keperluan dalam perjuangan ku

Namun ku tahu rencana Tuhan
Kita akan dipertemukan nanti
Ditempat yang lebih indah

Oleh M. B.Pigome
Minggu, 19 April 2015,15.03 WITA
Asrama Papua Cenderawasi IX Gorontalo No.K. 20

Mulanya Biasa Saja Saatnya Menikmati Kerinduan Untuk Seorang Ayah....


Kata dalam Hati Ku..... Aku rindu Pada mu Ayah


 
Blogger Templates